Kabar menarik yang sempat beredar dan ternyata sudah dipastikan bahwa pasukan Astra Motor Racing Team, disingkat ART saja sudah tidak bermain balap Indoprix lagi (2015). Memang sangat disayangkan. Namun pastinya ada pertimbangan matang. “ART fokus di MP region dan IRS saja. Tentunya termasuk HRC, “ujar Thomas William Hendrata selaku Manager tim ART. 
Sedikit info saja, di Astra Motor, lajang yang akan menikah ini sebagai Marketing Communications (Marcomm). Lebih lanjut, keseluruhan ada 5 tim ART. Mau tahu kan ? Jadi yang bertarung di level Motorprix ataupun HRC ialah ART Yogyakarta yang setia diperkuat mekanik Anto Fast-Tech & petarung senior Wawan Hermawan, ART Bali, ART Kalbar dan ART Sulsel. Tentunya mereka siap bertanding di region masing-masing. Jadi ada 4 region. 
Yang satu lagi ialah ART (saja) yang ditangani tuner Benny Djatiutomo. Mereka tarung di Indospeed Race Series 2015 Sentul dengan pembalap Sudarmono dan Aditya Pangestu. Sekilas saja, nama yang tersebut diawal merupakan rider Yamaha Trijaya di dua tahun belakangan (2013-2014). Pada akhirnya memilih pindah ke Honda. 

Untuk Sudarmono rencananya tarung di Supersports 600 dan kelas 150 cc. “Jika pembalap ART ada yang berprestasi signifikan, maka dapat dibawa ke tim AHM, “tambah Thomas William Hendrata. Menurut kabar yang beredar, tim Astra Honda yang bermain di level internasional sudah memastikan formasinya, mulai M Fadli, Dimas Ekky dan Andi Gilang. Jadi sudah jelas semua ya perbedaannya.


Seri 2 Suzuki Indonesia Challenge (SIC) telah usai. Suzuki pun telah menemukan lima pebalap terbaik dari wilayah Sumatera yang akan berangkat di babak grand final di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat pada bulan Maret mendatang.
Berlangsung di Sirkuit non permanen Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara, ajang ini diikuti oleh 110 pebalap. Rider Agung Febri menjadi pebalap dengan perolehan poin tertinggi. Pebalap asal Banda Aceh itu koleksi 41 poin.
Tertinggal 3 poin, Dimas Pangeran Aditya duduk di posisi kedua. Menyusul adalah Jefri Tosema yang kantongi 36 poin. Sementara dua pebalap lagi yang akan berangkat ke grand final adalah Hadi Renaldi dan Ega Fajar Yulian. Keduanya sama-sama punya modal 24 poin.
“Saya akan berusaha bertarung dengan pebalap lainnya pada grand final nanti. Jika pada grand final saya masuk tiga besar dan bisa bertarung di Suzuki Asian Challenge pada ajang Asian Road Race Championship (ARRC),” tutup Agung Febri yang saat ini berambut pirang ini.







Seri 2 Kejuaraan Suzuki Indonesia Challenge (SIC) memasuki Race 2. Sirkuit non permanen Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara menjadi saksi kemenangan Dimas Pangeran Aditya. Pebalap asal Pekanbaru itu finish terdepan dengan torehan waktu 21:22.498.
Jefri Tosema yang di Race 1 hanya bisa finish ketiga kini naik satu peringkat ke podium dua. Dia kemas waktu 21:31.737. Sementara itu, Agung Febri harus turun peringkat ke posisi tiga. Pada Race 1, rider asal Banda Aceh itu berhasil naik podium pertama. Di Race 2 ini, Agung hanya bisa catatkan waktu 21:38.305.
Dari hasil Race 1 dan Race 2, akan digabung dan diambil poin. Dimana lima pebalap dengan poin tertinggi akan maju ke babak grand final di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat pada bulan Maret mendatang.



Agung Febri mengakhiri drama sengit di Race 1 Suzuki Indonesia Challenge (SIC) Seri 2. Dalam ajang yang dihelat di Sirkuit non permanen Lanud Soewanda Medan, Sumatera Utara, pebalap asal Banda Aceh itu mengemas waktu tercepat 18:50.922.
Menyusul di nomor dua adalah Ega Fajar Yulian yang tertinggal 1.680detik dari Agung. Dalam balapan yang digelar sebanyak 20 lap itu, Agung juga meninggalkan Jefri Tosema. Pebalap dari Pekanbaru itu harus puas di podium tiga setelah tertinggal 2.279detik.
Para pebalap yang berhasil naik ke podium juara itu juga sekaligus kumpulkan poin sebagai modal untuk berangkat ke grand final di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat pada bulan Maret mendatang. Masing-masing juara 1-3 diganjang poin 25, 20 dan 16 poin.


Bagi para pecinta balap motor (Motorprix, IRS, Indoprix), ada bocoran nih rancangan jadwal balap untuk tahun 2015 ini.

Untuk Indoprix disini ada penambahan seri, tetapi belum diketahui sirkuit mana saja yang akan di pakai nantinya.Yang menarik adalah Pelaksanaan Grand Final ini mengakomodir keinginan para PengProv IMI dari seluruh Indonesia, ujar Eddy Horison dari Biro balap motor PP IMI. Adanya seri Grand Final ini membuat Motorprix tidak hanya melahirkan juara region. Tapi juga juara nasional.

Ditambahkan oleh Eddy Horison, peserta Grand Final ini diambil dari 5 besar region. Peserta di luar 5 besar region bisa ikut, tapi tanpa ada poin dari regionnya.

Motorprix

Region I (Sumatera)

1 Maret            Sumsel
8 Maret            Bengkulu
5 April             Sumbar
12 April           Jambi
10 Mei             Sumut
17 Mei             Aceh
9 Agustus        Riau
20 September  Bengkulu

Region II (Jawa)

1 Maret            DKI
22 Maret          Jabar
5 April             Jateng
3 Mei               Jatim
17 Mei             DIY
7 Juni               Banten
2 Agustus        Jabar
16 Agustus      DKI
30 Agustus      Jateng

Region III (Bali-NTB-NTT)

1 Maret            NTB
5 April             Bali
10 Mei             NTB
2 Agustus        NTT
13 September  Bali

Region IV (Kalimantan)

8 Maret            Kalsel
12 April           Kalbar
17 Mei             Kaltim
9 Agustus        Kalsel
6 September    Kalteng
27 September  Kaltim

Region V (Sulawesi)

15 Maret          Sulsel
22 Maret          Sultra
12 April           Sulteng
10 Mei             Gorontalo
17 Mei             Sulut
7 Juni               Sulsel
2 Agustus        Sulteng
30 Agustus      Sulbar
20 September  Sulsel

Region VI (Maluku-Papua)

15 Maret          Papua Barat
19 April           Maluku
24 Mei             Maluku
16 Agustus      Papua

Grand Motorprix

18 Oktober      Sulsel



IRS

15 Maret
19 April
24 Mei
23 Agustus
11 Oktober


Indoprix

8 Maret
12 April
10 Mei
9 Agustus
20 September
18 Oktober

22 November

Dikabarkan sebelumnya bahwa format IndoPrix (IP) 2015 mengubah kelas underbone 125 cc atau IP 125 dan IP 150 sebagai kelas utama. Artinya, menggeser IP 110 yang dikabarkan sebelumnya hanya diikuti pembalap di bawah 20 tahun.

Faktanya, kabar itu memicu pro-kontra. Walaupun, ada beberapa tim yang sudah membangun spesifikasi 150 cc. Daiakui oleh Waskito Ngubaini, akrab disapa Merit, kliker tim Yamaha RPM. “Email yang saya terima dari penyelenggara juga menyebut begitu, IP 150 dan IP 125 yang utama,” kata Merit.

Diperkuat oleh Hendriansyah yang ingin bermain saja di IP125 dan IP150. Katanya, IP110 sudah tak pas dengan skill seeded Indonesia. Itu motor didongrak seperti apa pun power sudah gitu-gitu aja. "Ya sebaiknya yang dibesarikan adalah 125 dan 150 cc," jelas Hendri yang berdoa IP 2015 tetap jalan karena dirundung isu mundurnya Honda. Isu yang lain bahwa FDR juga menarik diri termasuk sponsor utama 2014. Wah gawat.   


Menyoal kabar yang menyebutkan  tetap dengan format lama, tim-tim saat belum menerima pemberitahuan susulan. Begitu kabar yang terlacak saat ini. Bahwa, bila tetap dengan IP150 dan 125 yang utama sedangkan IP 110 pendamping, makanya banyak tim yang menolak.Ya begitu yang terbaca juga.

Pemula benang merah balap motor selanjutnya. Umumnya lahir bila di Pengrov IMI-nya konsisten bikin kejurda. Macam di Jawa yang kejurda road racenya tinggal Jatim dan Jabar yang sangat aktif. Pengda lain masih ada walau hanya sporadis. Kalau DKI sudah lama tak ada, lahan susah, katanya

Cerita MotoPrix (Jawa) reg II tetap akan hidup. Itu pun kebanyakan diisi region lain bibit-bibitnya. Mereka sengaja ‘hijrah’ demi mengejar prestasi di Jawa. Ada yang telah menonjol macam Willy Hammer, Syahrul Amin atau AM Fadly yang barusan naik seeded. Ketiganya dari Sulawesi.

Lalau ada Doohan Akbaruzaman yang sebenarnya anak Tangerang, Banten, tapi lebih banyak berkompetisi di Sumatera saat pemula. Maklum turunan orang tuanya dari Sumsel. Tahun ini Doohan yang sejak anak-anak pemain motocross  itu sudah naik seeded. Baru lalu dia ikut  NHK FDR DRC Banyumas Road Race (4/1) di Purwokerto, Jateng.

Contoh lagi pemula Agung Septian asal Jambi yang bergabung di tim Yamaha TDR NHK Optimax FDR yang nongol di Purwokerto, kemarin. Ada pula Jay Rulloh (Banjarbaru, Kalsel) bersama tim JPMRT Trijaya MBKW2 dan Aditya Anugerah asal Padang, Sumbar di tim Bos Pam Pam 217 HSRT SYR Zyrof 47. Mereka-mereka ini nantinya akan mengisi pemula MP Jawa 2015.

“Para petarung luar Jawa punya mental kuat dan berani. Basis skill sih  umumnya bakat alami, makanya harus dipoles,” komentar Orin Sugawa, selaku promotor gelaran di Purwokerto itu sekaligus pengamat talenta-talenta muda.  ”Pasca event ini akan berlatih di Hendryansyah Racing School (HRS). Utamanya dasar balap dan fisik,” komentar Jay ang berstatus pelajar SMP N 7  Banjarmasin, Kalsel.

Rudi dari Yamaha Tri Jaya dikabarkan merekrut Ashwin Sanjaya (Makassar). Makassar saat ini memang dikenal salah satu kawasan penghasil petarung hebat.  Bersama Haris Shati Wibowo alias Mlethis, Ashwin dipastikan siap mengancam.  Menjadi salah satu duta di Yamaha Asean Cup Race, Sentul lalu salah satu indikasinya.

Di satu sisi pemula ini menjadi ancaman buat petarung Jawa selanjutnya bahkan sampai seeded, “Makanya road race Jateng harus dihidupkan lagi. Tak ada cerita pemula hebat yang lahir, tanpa kuantitas event yang memadai,” tegas Orin yang berbendera Bio Racing Organizer.


Sponsor baru produsen komponen akan siap meramaikan balapan Indonesia. Pabrikan klep Indonesia sponsor tim balap musim ini. Perusahan katup di ruang bakar ini bernama PT Federal Nittan Industries (FNI). FNI produsen salah satu valve untuk semua merek motor dan mobil di banyak negara.

"Tahun 2015 ini kami kerja sama dengan Adi sapaan akrab Ahmad Jayadi. Motor yang dipakai tim Adi sudah menggunakan klep buatan kami sebelum akhir 2014. Proses penyempurnaan hampir selesai," kata Muchamad Chotib, Marketing Departement Head FNI yang berada di kawasan Cikarang, Bekasi. 

Riset FNI sudah masuk ke tahap bagaimana bikin klep ringan dan tahan temperatur ruang bakar bebek balap. Bahkan, pengembangannya akan berlanjut ke per klep dan botol klep.  

Pastinya pabrikan klep Indonesia sponsor tim balap akan menambah pengembangan komponen balap di Indonesia semakin cepat. 

Cari tahu siapa pembalap Indonesia dengan nilai kontrak tertinggi saat ini? jawabannya ada pada H.A Yudhistira #33. Yudistria pembalap Kawasaki Manual Tech itu mematahkan rekor Fitriansyah Kete #93. Kete dipastikan bersama Yamaha RPM (Medan) 2015 dengan nilai kontrak Rp 400 juta. 

Diakui langsung oleh Ibnu Sambodo, pawang ‘geng ijo’ bahwa tahun ini Yudhis dikontrak Rp 500 juta. Itu kontrak neto alias bersih. Kan semua keperluan Yudhis ditanggung tim. Belum lagi plus bonus. Dana segitu dengan target juara ARRC di Supersport 600 cc. Wajar sih mengingat level tarung yang diikuti Yudhis.

Soal target itu, Ibnu ‘terprovokasi’ dengan capaian M. Zaqhwan (Malayasia) yang finish posisi pertama di klasemen akhir ARRC. “Kalo dia bisa, kenapa kita tidak bisa? Memang dia lebih awal main di supersport,” seru Pak De, sapaan akrab pria yang punya ketertarikan juga pada dunia penerbangan itu. 

  Kete di IP dibayar Rp. 400 Juta 


Yudhis musim ini finish posisi ke-7 di klasemen akhir ARRC. Memang dibanding pembalap Indonesia lain macam Dimas Ekky Pratama #20 dan M. Fadli #162, Yudhis lebih unggul di klasemen. Dimas ke-9 dan Fadli ke-12. “Idealisme harus dibangkitkan. Ini yang memacu mencapai hasil terbaik. Secara teknis tetap kompetitif, tinggal motivasi pembalap.

Kata Ibnu progress Yudhis meningkat. Pada 2015 ini, ia masuk tahun ketiga di supersport 600cc. “Seiring jam terbang yang bertambah, skill ikut naik. Jadi ditarget lebih tinggi,” kata Ibnu soal performa pembalap ganteng kelahiran 30 April 1993 itu. Ibnu juga menegaskan bahwa tahun ini Yudhis sudah tidak ‘naik’ bebek lagi.


Kabar lain, Manual Tech tengah serius mempersiapkan mesin 250 untuk ARRC. Ini adalah kelas perdana di ARRC. Diprediksi seru, lantaran pabrikan lain juga dipastikan ambil bagian. Menyoal siapa yang disiapkan di kelas ini, AM Fadly kah atau Gupito Kresna ? “Kita tunggu perkemabangannya, alternatif lain bisa ambil pembalap Thailand,” tutup Ibnu. AM Fadly sudah dipastikan pindah dari Honda ke Kawasaki Manual Tech. Bisa juga Fadly duet bersama Gupito Kresna di bebek.


Jadwal Indoprix 2014 
Putaran.1 : Tanggal 26-27 April 2014
Sentul International Karting & Motorcycle Circuit, Bogor, Jawa Barat.
Putaran.2 : Tanggal 24-25 Mei 2014
Skyland Circuit, Sekayu, Sumatera Selatan.
Putaran.3 : Tanggal 09-10 Agustus 2014
PARK Circuit, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur.
Putaran-4 : Tanggal 13-14 September 2014
Sentul International Karting & Motorcycle Circuit, Bogor, Jawa Barat.
Putaran-5 : Tanggal 22-23 November 2014
Balipat Circuit, Binuang, Kalimantan Selatan.

Daftar Pembalap dan Team IndoPrix 2014 yang akan digelar pada bulan April 2014, Update nya sebagai berikut :




Tim dan pebalap sudah mendaftar untuk mengikuti Gelaran balap motor bebek Indoprix akan dimulai April 2014, para tim dan pebalap sudah mendaftar, Untuk IP 1[125cc] dan IP 2[110cc] sudah tercatat 31 pebalap perkelas yang akan berlaga di 5 seri Indoprix 2014.
Perhelatan balap IndoPrix segera dimulai, apara pebalap dari berbagai tim sudah mendaftarkan timnya di ajang balap motor bebek terbaik Indonesia. Untuk IP 1[125cc] dan IP2[110cc] tercatat masing – masing 31 pebalap perkelas yang sudah pasti akan berlaga di 5 Seri IndoPrix 2014.
Tim Suzuki tercatat Harlan Fadhillah dari tim Suzuki Harlan Fadhillah dan hanya akan turun dikelas IP1, sementara di IP2 Suzuki diwakili oleh Ocvan Irfana yang membela Suzuki FDR KYT Chia Felix.




Balap motor bebek paling bergengsi di Tanah Air sudah memasuki tahun ke 8, akan segera di gelar bulan April 2014 mendatang. Sejumlah tim sudah mendaftarkan dalam keikutsertaan di gelaran balap motor yang akan berlangsung 5 Seri ini. Penutupan pendaftaraan pada 24 Februari bagi tim – tim balap motor yang akan turun balap di kelas 110cc, 130cc, dan 150cc.
Berikut jadwal IndoPrix 2014 :
  • Seri I   : 20 April 2014 [ Sirkuit International Karting Circuit, Bogor Jawa Barat]
  • Seri II  : 25 Mei 2014 [Sirjuit Skyland Sekayu Musi Banyu Asin Sumatera Selatan]
  • Seri III : 10 Agustus 2014 [Sirkuit Kenjeran Park Surabaya Jawa Timur]
  • Seri IV : 5 Oktober 2014 [Sirkuit International Karting Circuit, Bogor Jawa Barat]
  • Seri V : 23 November 2014 [Sirkuit Binuang Kalimantan Selatan]
Di ajang KYT Indoprix 2014 adapenambahan satu seri juga penambahan kelas 150cc sport, maka aturan segera ditetapkan. Setiap tim sedang mempersiapkan tunggangan mereka di berbagai kategori yang dibuka di balap KYT IndoPrix 2014.
Berikut peraturan-peraturan teknis yang harus dipatuhi tim – tim balap IndoPrix 2014 :





Tak ada kabar lanjutan mengenai keikut-sertaannya kembali di ajang balap Moto2, Rafid Topan Sucipto kembali dikabarkan balik ke balapan motor bebek. Tapi yang mengejutkan adalah karena Topan takkan bergabung dengan tim pabrikan. Tapi, dia lebih memilih salah satu tim privateer.
“Sudah dipastikan Topan akan bergabung dengan tim kita 100 persen. Tapi, jangan disebut dulu nama timnya ya,” ujar salah satu sumber dari pihak sponsor utama pasukan non pabrikan yang mengontrak Topan.
Sudah 100 persen tuh. Itulah yang akan menambah kekuatan tim privateer bisa lebih bergigi. Apalagi, Topan dikabarkan akan bermain lebih ngotot dibanding sebelum dia balapan di Moto2. Hmm, semoga ini bukan langkah mundur untuk seterusnya, tapi menjadi langkah mundur untuk bisa tampil lebih baik di ajang balap dunia tahun depan.

Ternyata bukan hanya Anggi Permana dari Yamaha Trijaya akan pakai Yamaha Jupiter Z1 Racing kloning diIndoPrix (IP) 2014. Pembalap dari tim lainnya pun ada yang kebagian jatah menunggangnya. Setidaknya 5-6 pembalap lain selain Anggi.
Joki-joki tersebut yang salama ini dipelihara Yamaha di tim masing-masing. Misalnya Fitriansyah Kete (Yamaha TJM), Florianus Roy (Yamaha Yonk Jaya), M. Zaki (Yamaha Ridlatama) Irwan Ardiansyah (Yamaha Gandasari) dan dua pembalap dari HRVRT.
“Sudah mulai proses perakitan. Koyo sudah mulai nempel di jidat,” canda Ade Taruna dari Yamaha TJM. Maksud doski perakitannya sangat menguras tenaga dan pikiran alias bikin kepala pusing, hehehe. Padahal mekaniknya yang merakit. Kan Ade hanya sebagai menaker, palingan dia dududuk saja sembari perintah. Bukan gitu, De...
Seperti disebutkan pihak Yamaha Indonesia melalui GM Motorsportnya, M. Abidin tahun lalu. Katanya Jupiter Z1 Racing ini sebagai master proyek bebek injeksi berikutnya. “Kedepan akan ada juga Z1 racing lainnya yang dibuat di Indonesia,” ujarnya Abidin sembari bilang, proyek ini untuk menghapus Jupiter Z karbu di balap bebek.
Meski Ade sudah disibukan dengan perakitan Z1 racing, berbeda dengan tim lainnya, “Barangnya belum datang dari Jepang,” ujar Novi dari Yamaha Ridlatama pada Jupiter Z1 racing yang akan dipakai pembalapnya.
Lho, katanya kloning, jangan-janganb kloningan masih di Jepang juga.

Ini cerita formasi  IndoPrix 2014. Bahwa Momon yang mempunyai nama asli Sudarmono dan Anggi Permana tetap akan perkuat skuad Yamaha Trijaya, ya sama seperti tahun lalu.
Bedanya tahun ini tak hanya Momon yang pakai Z1 Racing, tapi Anggi pun akan memakai tunggangan yang sama. Rudy Hadinata selaku pemilik tim bermarkas di Bandung, Jawa Barat menyebut Yamaha Jupiter Z1 racing untuk Anggi sudah ada di markas mereka, “Dalam tahap perakitan, secara spesifikasi sama dengan yang dipakai Momon,” kata pria berperawakan tinggi kurus ini.
Artinya Z1 Racing yang menggunakan ruang bakar model 'atap rumah' dan noken as nya bisa disetel-setel ala Jepang. Tunggangan Anggi sudah full dipegang tim, sementara menurut pengakuan Rudi, motor yang akan dipakai Momon masih ada di pabrik Yamaha Indonesia.

Anggi juga mengaku sudah tidak sabar untuk merasakan Yamaha Jupiter Z1 racing, sebagai  tahap awal akan dipakai data settingan. Rupanya  Z1 Racing dipacu Anggi ini hasil kloning yang seperti dijanjikan Yamaha Indonesia dari divisi sport. Anggi dipakai sebagai model proyek

Melanjutkan komitmentim Roy Prima Motorsport (RPM) di ajang balap nasional, tim ini kabarnya mau buka sekolah balap. "Ancang-ancangnya sih tahun ini, kami ingin buka sekolah balap yang berbasis di Sirkuit Pancing, Medan" klaim Roy Gusti, sang owner tim RPM di sela peluncuran tim pada Sabtu (25/1).

Ambisi tim RPM tentunya bukan impian semata. Lantaran Pengurus Provinsi IMI Sumut yang diketuai oleh Musa Rajeckshah (Ijeck), juga sudah memberikan lampu hijau. "Sekolah balap ini sangat positif, karena bisa menjadi ajang pembinaan pembalap muda di Sumatera Utara, khususnya di Medan. Jadi tentu akan membantu melahirkan pembalap - pembalap muda dari daerah ini."

Lantaran ingin menjadikan sekolah balap RPM sebagai basis pencarian bibit balap di Sumatera Utara, sang empunya tak ingin asal bikin. Mereka akan menggodok regulasi yang pas untuk kegiatan ini nantinya. "Penggodokan regulasi serta kurikulum harus tepat. Setelah itu kami akan membuka pendaftaran. Jumlah peserta juga akan kami batasi. Nanti akan dibuat beberapa gelombang. Jadi proses transfer ilmu balap mulai dari teori sampai praktek, tersalur sepenuhnya," timpal Roy.

Berbicara tentang acara pelaksanaannya nanti, belum ada jadwal yang pasti. Tapi jelas seusai mengetahui regulasi pasnya, semua sudah bisa dijalankan. Hal lain yang cukup menarik adalah karena instrukturnya nanti akan diambil dari pembalap utama tim RPM. Baik yang dari ajang balap indoprix, maupun tim balap di Motoprix.

"Dari sini kita punya kesempatan besar untuk melihat dan mengembangkan bibit pembalap bertalenta besar. Do'a kan saja semoga semuanya bisa berjalan lancar," tutup Roy. 

Indoprix (IP) 2014 yang mulai bergulir Maret 2014 kembali akan diikuti oleh  Roy Prima Motorsport (RPM).  Tim ini lebih dikenal RPM Medan. Jadi, ini tahun kedua keikutsertaan yang memang asal Medan, Sumut itu. Pada 2013 lalu tim yang dikomandoh Roy Gusti Hariz, ST ini mengandalkan Hoky Krisdianto (Jateng).

Hokky dengar-dengar saat itu dikontrak kisaran Rp 350 juta. Namun, pembalap asal Muntilan, Jateng itu tak juga mampu mengangkat nama RPM sebagai satu-satunya duta Sumatera dikancah tertinggi balap Indonesia (Indoprix). Di klasemen akhir IP 110 dan IP 125, Hoky hanya ke-17 dan 25. Spirit dan motivasi yang tak lagi segarang saat meraih double winner di Indoprix 2008, disebut-sebut  sebagai penyebabnya.

Roy yang merupakan ayah pembalap berbakat Zaldy Zimbalys (13 tahun) coba benahi management. Tak pantang meyerah dan tetap berpartisipasi pada IP 2014 dan bahkan tahun ini RPM ikut seri IRS Sentul. ”Merit sebagai chiemekanik tetap dipertahankan, sentuhan Merit  saya yakin bisa lebih komptitif. Pilihan pembalap yang masih punya fighting spirit  tinggi jatuh pada Reza Fahlevi dan Yoga Adi Pratama,” yakin Roy seraya menyebut kontrak dua pembalap itu dikisaran Rp. 120-an juta.
Reza Fahlevi (Aceh) dan Yoga Adi Pratama (Jogja) adalah dua pembalap yang tak lagi asing di balap tanah air. Keduanya pun pernah merasakan ketatnya persaingan IP 125 dan IP 110 pada balap yang tahun ini salah satu serinya akan dimainkan di sirkuit Sekayu, Sumsel itu.
Membaca peta kekuatan IP 2014 berdasarkan pengalaman dan catatan prestasi keduanya, manegement RPM  menargetkan masuk 5 besar. Reza yang juara MP 1 dan 2 region Sumatera  2013 dan Yoga  juara 1 MP2 OMR Yamaha 2013 mengaku tak mudah mencapainya. Namun sebagai pembalap profesional keduanya siap all out melawan gempuran tim sesama pabrikan Yamaha, Honda dan Suzuki yang didukung teknologi injeksi. 

Makanya, “Kami melaunching lebih dulu, agar persiapan dan kebersamaan tim segera menyatu. Reza-Yoga pun bisa segera jalankan program tim, utamanya pemantauan mental dan fisik,” tutup Roy optimis.

Hari Sabtu (25/1) sore, tim Roy Prima Motorsport secara resmi melakukan peluncuran timnya. Acara peluncuran ini dilakukan di Sirkuit Pancing, Medan-Sumatera Utara. Diresmikan langsung oleh Musa Rajeckshah alias Bang Ijeck sebagai ketua Pengprov IMI Sumut dan Roy Gusti sebagai pemilik tim.
"Senang rasanya melihat antusias besar dari tim RPM untuk membesarkan ajang balap motor di Sumatera Utara. Mengingat kita punya banyak talenta, makanya penting ada yang ambil inisiatif besar seperti ini," sambut Bang Ijeck.
Adapun komposisi pembalap yang diusung tim RPM di musim 2014 terdapat 3 konfigurasi. Diantaranya Firman Farera, Zefri Kuda Hadi dan Zaldi Zimbalys untuk Motoprix region I. Kemudian ada Agus Setyawan, Ervantona Pandu Mahardika dan Sandy Martito Rosadi di Motoprix region II. Tak kalah bergengsinya, tim ini juga menurunkan beberapa pembalap di ajang balap Indoprix, yaitu Reza Fahlevi dan Yoga Adi Pratama.
Uniknya, di acara peluncuran tim, Roy juga sekaligus merangkaikannya dengan ajang balap eksebisi. “Eksebisi balap motor di Sirkuit Pancing ini, adalah sebagai komitmen besar kami untuk membawa dunia balap motor di Medan jadi lebih baik.Termasuk skill pembalap dan melatih pembalap muda,” pungkas Roy.
Berbicara tentang target, tentu Roy tidak muluk-muluk.Toh mereka sudah punya mekanik yang bisa diandalkan.“Tentunya juara 1 dong, di dua region yang kami ikuti. Nah akan sempuna jika juga bisa memenangi Indoprix,” kata Roy. Wah, semoga sukses!


Copyright © 2012 Dapur Racing.