Jadwal Indoprix 2014 
Putaran.1 : Tanggal 26-27 April 2014
Sentul International Karting & Motorcycle Circuit, Bogor, Jawa Barat.
Putaran.2 : Tanggal 24-25 Mei 2014
Skyland Circuit, Sekayu, Sumatera Selatan.
Putaran.3 : Tanggal 09-10 Agustus 2014
PARK Circuit, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur.
Putaran-4 : Tanggal 13-14 September 2014
Sentul International Karting & Motorcycle Circuit, Bogor, Jawa Barat.
Putaran-5 : Tanggal 22-23 November 2014
Balipat Circuit, Binuang, Kalimantan Selatan.

Daftar Pembalap dan Team IndoPrix 2014 yang akan digelar pada bulan April 2014, Update nya sebagai berikut :




Tim dan pebalap sudah mendaftar untuk mengikuti Gelaran balap motor bebek Indoprix akan dimulai April 2014, para tim dan pebalap sudah mendaftar, Untuk IP 1[125cc] dan IP 2[110cc] sudah tercatat 31 pebalap perkelas yang akan berlaga di 5 seri Indoprix 2014.
Perhelatan balap IndoPrix segera dimulai, apara pebalap dari berbagai tim sudah mendaftarkan timnya di ajang balap motor bebek terbaik Indonesia. Untuk IP 1[125cc] dan IP2[110cc] tercatat masing – masing 31 pebalap perkelas yang sudah pasti akan berlaga di 5 Seri IndoPrix 2014.
Tim Suzuki tercatat Harlan Fadhillah dari tim Suzuki Harlan Fadhillah dan hanya akan turun dikelas IP1, sementara di IP2 Suzuki diwakili oleh Ocvan Irfana yang membela Suzuki FDR KYT Chia Felix.




Balap motor bebek paling bergengsi di Tanah Air sudah memasuki tahun ke 8, akan segera di gelar bulan April 2014 mendatang. Sejumlah tim sudah mendaftarkan dalam keikutsertaan di gelaran balap motor yang akan berlangsung 5 Seri ini. Penutupan pendaftaraan pada 24 Februari bagi tim – tim balap motor yang akan turun balap di kelas 110cc, 130cc, dan 150cc.
Berikut jadwal IndoPrix 2014 :
  • Seri I   : 20 April 2014 [ Sirkuit International Karting Circuit, Bogor Jawa Barat]
  • Seri II  : 25 Mei 2014 [Sirjuit Skyland Sekayu Musi Banyu Asin Sumatera Selatan]
  • Seri III : 10 Agustus 2014 [Sirkuit Kenjeran Park Surabaya Jawa Timur]
  • Seri IV : 5 Oktober 2014 [Sirkuit International Karting Circuit, Bogor Jawa Barat]
  • Seri V : 23 November 2014 [Sirkuit Binuang Kalimantan Selatan]
Di ajang KYT Indoprix 2014 adapenambahan satu seri juga penambahan kelas 150cc sport, maka aturan segera ditetapkan. Setiap tim sedang mempersiapkan tunggangan mereka di berbagai kategori yang dibuka di balap KYT IndoPrix 2014.
Berikut peraturan-peraturan teknis yang harus dipatuhi tim – tim balap IndoPrix 2014 :





Tak ada kabar lanjutan mengenai keikut-sertaannya kembali di ajang balap Moto2, Rafid Topan Sucipto kembali dikabarkan balik ke balapan motor bebek. Tapi yang mengejutkan adalah karena Topan takkan bergabung dengan tim pabrikan. Tapi, dia lebih memilih salah satu tim privateer.
“Sudah dipastikan Topan akan bergabung dengan tim kita 100 persen. Tapi, jangan disebut dulu nama timnya ya,” ujar salah satu sumber dari pihak sponsor utama pasukan non pabrikan yang mengontrak Topan.
Sudah 100 persen tuh. Itulah yang akan menambah kekuatan tim privateer bisa lebih bergigi. Apalagi, Topan dikabarkan akan bermain lebih ngotot dibanding sebelum dia balapan di Moto2. Hmm, semoga ini bukan langkah mundur untuk seterusnya, tapi menjadi langkah mundur untuk bisa tampil lebih baik di ajang balap dunia tahun depan.

Ternyata bukan hanya Anggi Permana dari Yamaha Trijaya akan pakai Yamaha Jupiter Z1 Racing kloning diIndoPrix (IP) 2014. Pembalap dari tim lainnya pun ada yang kebagian jatah menunggangnya. Setidaknya 5-6 pembalap lain selain Anggi.
Joki-joki tersebut yang salama ini dipelihara Yamaha di tim masing-masing. Misalnya Fitriansyah Kete (Yamaha TJM), Florianus Roy (Yamaha Yonk Jaya), M. Zaki (Yamaha Ridlatama) Irwan Ardiansyah (Yamaha Gandasari) dan dua pembalap dari HRVRT.
“Sudah mulai proses perakitan. Koyo sudah mulai nempel di jidat,” canda Ade Taruna dari Yamaha TJM. Maksud doski perakitannya sangat menguras tenaga dan pikiran alias bikin kepala pusing, hehehe. Padahal mekaniknya yang merakit. Kan Ade hanya sebagai menaker, palingan dia dududuk saja sembari perintah. Bukan gitu, De...
Seperti disebutkan pihak Yamaha Indonesia melalui GM Motorsportnya, M. Abidin tahun lalu. Katanya Jupiter Z1 Racing ini sebagai master proyek bebek injeksi berikutnya. “Kedepan akan ada juga Z1 racing lainnya yang dibuat di Indonesia,” ujarnya Abidin sembari bilang, proyek ini untuk menghapus Jupiter Z karbu di balap bebek.
Meski Ade sudah disibukan dengan perakitan Z1 racing, berbeda dengan tim lainnya, “Barangnya belum datang dari Jepang,” ujar Novi dari Yamaha Ridlatama pada Jupiter Z1 racing yang akan dipakai pembalapnya.
Lho, katanya kloning, jangan-janganb kloningan masih di Jepang juga.

Ini cerita formasi  IndoPrix 2014. Bahwa Momon yang mempunyai nama asli Sudarmono dan Anggi Permana tetap akan perkuat skuad Yamaha Trijaya, ya sama seperti tahun lalu.
Bedanya tahun ini tak hanya Momon yang pakai Z1 Racing, tapi Anggi pun akan memakai tunggangan yang sama. Rudy Hadinata selaku pemilik tim bermarkas di Bandung, Jawa Barat menyebut Yamaha Jupiter Z1 racing untuk Anggi sudah ada di markas mereka, “Dalam tahap perakitan, secara spesifikasi sama dengan yang dipakai Momon,” kata pria berperawakan tinggi kurus ini.
Artinya Z1 Racing yang menggunakan ruang bakar model 'atap rumah' dan noken as nya bisa disetel-setel ala Jepang. Tunggangan Anggi sudah full dipegang tim, sementara menurut pengakuan Rudi, motor yang akan dipakai Momon masih ada di pabrik Yamaha Indonesia.

Anggi juga mengaku sudah tidak sabar untuk merasakan Yamaha Jupiter Z1 racing, sebagai  tahap awal akan dipakai data settingan. Rupanya  Z1 Racing dipacu Anggi ini hasil kloning yang seperti dijanjikan Yamaha Indonesia dari divisi sport. Anggi dipakai sebagai model proyek

Melanjutkan komitmentim Roy Prima Motorsport (RPM) di ajang balap nasional, tim ini kabarnya mau buka sekolah balap. "Ancang-ancangnya sih tahun ini, kami ingin buka sekolah balap yang berbasis di Sirkuit Pancing, Medan" klaim Roy Gusti, sang owner tim RPM di sela peluncuran tim pada Sabtu (25/1).

Ambisi tim RPM tentunya bukan impian semata. Lantaran Pengurus Provinsi IMI Sumut yang diketuai oleh Musa Rajeckshah (Ijeck), juga sudah memberikan lampu hijau. "Sekolah balap ini sangat positif, karena bisa menjadi ajang pembinaan pembalap muda di Sumatera Utara, khususnya di Medan. Jadi tentu akan membantu melahirkan pembalap - pembalap muda dari daerah ini."

Lantaran ingin menjadikan sekolah balap RPM sebagai basis pencarian bibit balap di Sumatera Utara, sang empunya tak ingin asal bikin. Mereka akan menggodok regulasi yang pas untuk kegiatan ini nantinya. "Penggodokan regulasi serta kurikulum harus tepat. Setelah itu kami akan membuka pendaftaran. Jumlah peserta juga akan kami batasi. Nanti akan dibuat beberapa gelombang. Jadi proses transfer ilmu balap mulai dari teori sampai praktek, tersalur sepenuhnya," timpal Roy.

Berbicara tentang acara pelaksanaannya nanti, belum ada jadwal yang pasti. Tapi jelas seusai mengetahui regulasi pasnya, semua sudah bisa dijalankan. Hal lain yang cukup menarik adalah karena instrukturnya nanti akan diambil dari pembalap utama tim RPM. Baik yang dari ajang balap indoprix, maupun tim balap di Motoprix.

"Dari sini kita punya kesempatan besar untuk melihat dan mengembangkan bibit pembalap bertalenta besar. Do'a kan saja semoga semuanya bisa berjalan lancar," tutup Roy. 

Indoprix (IP) 2014 yang mulai bergulir Maret 2014 kembali akan diikuti oleh  Roy Prima Motorsport (RPM).  Tim ini lebih dikenal RPM Medan. Jadi, ini tahun kedua keikutsertaan yang memang asal Medan, Sumut itu. Pada 2013 lalu tim yang dikomandoh Roy Gusti Hariz, ST ini mengandalkan Hoky Krisdianto (Jateng).

Hokky dengar-dengar saat itu dikontrak kisaran Rp 350 juta. Namun, pembalap asal Muntilan, Jateng itu tak juga mampu mengangkat nama RPM sebagai satu-satunya duta Sumatera dikancah tertinggi balap Indonesia (Indoprix). Di klasemen akhir IP 110 dan IP 125, Hoky hanya ke-17 dan 25. Spirit dan motivasi yang tak lagi segarang saat meraih double winner di Indoprix 2008, disebut-sebut  sebagai penyebabnya.

Roy yang merupakan ayah pembalap berbakat Zaldy Zimbalys (13 tahun) coba benahi management. Tak pantang meyerah dan tetap berpartisipasi pada IP 2014 dan bahkan tahun ini RPM ikut seri IRS Sentul. ”Merit sebagai chiemekanik tetap dipertahankan, sentuhan Merit  saya yakin bisa lebih komptitif. Pilihan pembalap yang masih punya fighting spirit  tinggi jatuh pada Reza Fahlevi dan Yoga Adi Pratama,” yakin Roy seraya menyebut kontrak dua pembalap itu dikisaran Rp. 120-an juta.
Reza Fahlevi (Aceh) dan Yoga Adi Pratama (Jogja) adalah dua pembalap yang tak lagi asing di balap tanah air. Keduanya pun pernah merasakan ketatnya persaingan IP 125 dan IP 110 pada balap yang tahun ini salah satu serinya akan dimainkan di sirkuit Sekayu, Sumsel itu.
Membaca peta kekuatan IP 2014 berdasarkan pengalaman dan catatan prestasi keduanya, manegement RPM  menargetkan masuk 5 besar. Reza yang juara MP 1 dan 2 region Sumatera  2013 dan Yoga  juara 1 MP2 OMR Yamaha 2013 mengaku tak mudah mencapainya. Namun sebagai pembalap profesional keduanya siap all out melawan gempuran tim sesama pabrikan Yamaha, Honda dan Suzuki yang didukung teknologi injeksi. 

Makanya, “Kami melaunching lebih dulu, agar persiapan dan kebersamaan tim segera menyatu. Reza-Yoga pun bisa segera jalankan program tim, utamanya pemantauan mental dan fisik,” tutup Roy optimis.

Hari Sabtu (25/1) sore, tim Roy Prima Motorsport secara resmi melakukan peluncuran timnya. Acara peluncuran ini dilakukan di Sirkuit Pancing, Medan-Sumatera Utara. Diresmikan langsung oleh Musa Rajeckshah alias Bang Ijeck sebagai ketua Pengprov IMI Sumut dan Roy Gusti sebagai pemilik tim.
"Senang rasanya melihat antusias besar dari tim RPM untuk membesarkan ajang balap motor di Sumatera Utara. Mengingat kita punya banyak talenta, makanya penting ada yang ambil inisiatif besar seperti ini," sambut Bang Ijeck.
Adapun komposisi pembalap yang diusung tim RPM di musim 2014 terdapat 3 konfigurasi. Diantaranya Firman Farera, Zefri Kuda Hadi dan Zaldi Zimbalys untuk Motoprix region I. Kemudian ada Agus Setyawan, Ervantona Pandu Mahardika dan Sandy Martito Rosadi di Motoprix region II. Tak kalah bergengsinya, tim ini juga menurunkan beberapa pembalap di ajang balap Indoprix, yaitu Reza Fahlevi dan Yoga Adi Pratama.
Uniknya, di acara peluncuran tim, Roy juga sekaligus merangkaikannya dengan ajang balap eksebisi. “Eksebisi balap motor di Sirkuit Pancing ini, adalah sebagai komitmen besar kami untuk membawa dunia balap motor di Medan jadi lebih baik.Termasuk skill pembalap dan melatih pembalap muda,” pungkas Roy.
Berbicara tentang target, tentu Roy tidak muluk-muluk.Toh mereka sudah punya mekanik yang bisa diandalkan.“Tentunya juara 1 dong, di dua region yang kami ikuti. Nah akan sempuna jika juga bisa memenangi Indoprix,” kata Roy. Wah, semoga sukses!



Putaran  mesin Jupiter Z ini dibatasi 14.400 rpm dalam keadaan dinamis. Maksudnya saat dipakai balapan, kalau statis itu diam dan lebih dari angka di atas. Tenaganya khas pasar senggol alias road race yang ada isinya sejak putaran bawah. Kuciannya katanya, ya kata mekaniknya, soal racikan pengapian total lost tanpa mengabaikan komponen lain. Maklumlah, kalau nggak ada piston mana mau hidup motornya.

Waskito Ngubaeni alias Merit-lah adalah mekanik. Waw, ternya mekanik senior yang ceking dari Solo. Ia yang merancang pacuan Reza Fahlevy dari tim Yamaha RPM. Tim ini bermarkas di Medan, Sumatera Utara. Berarti ini motor jagoan MotoPrix Region Sumatera. “Rotor sebagai pengganti magnet di pengapian DC (direct current) dibuatkan khusus, bobot hanya 400 gram,” jelas Merit pada jurus pengapiannya dari Perum Gedangan Permai Sektor IX Blok J/16, Solo Baru, Jateng, alamatnya Merit.

Jadi dengan sistem itu, mesin lebih ringan mencapai limit bermain di MP1 (Bebek 125 cc) atau kelas tertinggi di seeded. Cabut-cabutnya melejit, jit, jit. Bisa dibandingkan dengan magnet pengapian special engine YZ125 (sistem AC) yang berkisar  450-500 gram.   

Rotor dibuat dari  lempengan mangkok magnet pengapianmilik Mio. Katanya hanya keluar biaya Rp 400 ribu saja. Itu dikombinasikan dengan balancer kruk-as 300 gram. Soal kualitas gasingan, didorong kurva pengapian yang tak kalah dengan YZ. Maklumlah, CDI-nya bisa diprogram sendiri dibanding YZ dan sudah ada SDM-nya.

“CDI tergantung program kita. Saya pakai Rextor Pro-Drag. Ia tak kalah jitu membaca dan membatu kecepatan putaran mesin,” tegas Merit sembari bercerita proses membuat mangkok dengan sistem bubut. Pokoknya lempengan ini harus pas. Maksudnya supya tak copot saat berlomba bro, hehe.

Apalagi jokinya Reza Fahlevy, walau tinggal di Sumatera, ia pernah memperkuat IndoPrix 2010 dan tahun ini akan main IndoPrix 2014. Reza juga pernah ikut full series ARRC dengan Kawasaki. Jadi, tak diragukan juara region satu tersebut. “Sekuat apa pun mesin, tugas pembalap mengawetkannya saat balapan. Kan balap bebek, semua onderdilnya telah dipaksa jadi racing,” jelas Reza pada motornya.

Supaya pengapiannya maksimal tinggal diatur dari durasi camshaft. Menurut Merit sih buka-tutupnya 271o. “Profil kem ini memainkan kombinasi karakter mesin. Kem untuk memperkuat torsi dan putaran atas sebgaian besar diserahkan pada pengapian tadi. Tentu dibantu kompresi 12,2:1 pakai pertamaxplus,” kata Merit.


Data Modifikasi :

Piston  : TDR Racing (55,25 Mm)
Klep  : Sonic
Lift Klep  : 9,2 (In) Dan 9,4 (Ex)
Karburator  : Keihin PWK 28
Main Jet  : 110
Pilot Jet  : 60
Rasio  : 13-33 (I), 17-30 (II), 23-26 (IV)
CDI  : Rextor (Pro Drag)
Ban  : FDR
Knalpot  : AHM 
Final Gear  : 14-39



Seri I : 16 Maret 2014

Seri II : 25 Mei 2014

Seri III : 10 Agustus 2014

Seri IV : 7 September 2014

Seri V : 5 Oktober 2014

Seri VI : 23 November 2014


*Tempat Belum Ditentukan. Yang Jelas ada di Sentul (Jabar), Kenjeran (Jatim), Sekayu (Sumsel), dan Binuang (Kalsel) 

Seri I : 30 Maret 2014

Seri II : 11 Mei 2014

Seri III : 8 Juni 2014


Seri IV : 17 Agustus 2014


Seri V : 29 September 2014

Region 1 Sumatra :                                        
1.   2 Maret Jambi
2.   9 Maret Bengkulu                     
3.   16 Maret Riau
4.   20 April Sumbar
5.   4 Mei Sumut                            
6.   11 Mei Aceh
7.   1 Jun iRiau
8.   8 Juni Sumsel                           
9.   10 Agustus Kepri

Region  2 Jawa  :
1.   9 Mare tDKI
2.   23 Maret Jateng
3.   13 April DIY
4.   18 Mei Jatim
5.   1 Juni Jabar
6.   15 Juni Banten
7.   24 Agustus DKI
8.   14 September Jabar
9.   12 Oktober Jateng

Region 3 Bali, NTT, NTB :
1.   2 Maret  NTB                                   
2.   23 Maret NTT                                  
3.   20 April Bali                                      
4.   18 Mei NTB                                   
5.   15 Juni Bali                                      

Region 4 Kalimantan :
1.   16 Maret Kalsel
2.    13 April Kalbar
3.   4 Mei Kalsel
4.   1 Juni Kaltim
5.   24 Agustus Kalteng

Region 5 Sulawesi :
1.   2 Maret Sultra                                 
2.   16 Mare t Sulbar
3.   4 Mei Sulsel                                 
4.   11 Mei  >Sulteng                              
5.   1 Juni Gorontalo                        
6.   8 Juni Sulut
7.   10 Agustus Sulsel

Region 6 Maluku, Papua :
1.   16  Februari Pabar
2.   15 Juni Malut
3.   24 Agustus Maluku
4.   7  September Papua

5.   5 Oktober Papua
Copyright © 2012 Dapur Racing.